Senin, 21 Agustus 2017

HIKMAH LARANGAN MEMOTONG KUKU

HIKMAH LARANGAN MEMOTONG KUKU

Setiap orang yang berniat akan berqurban ketika masuk 1 Dzulhijjah maka dilarang memotong rambut dan kuku (tidak berlaku bagi istri, anak dan anggota keluarga lainnya). Namun apa hikmah dari larangan tersebut?

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئً

“Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut dan kulit yang tumbuh rambut sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1977)

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah (maksudnya: telah memasuki 1 Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berqurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya.” (HR. Muslim no. 1977).
 Ini hari terakhir bagi yang ingin memotong kuku dan rambut
Karena besuk sudah memasuki hari pertama bulan Dzulhijjah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah Wednesday , Agustus 23, 201 7 Segala puji hanya milik Alloh yang telah me...