Jumat, 08 Desember 2017

TIPS MERUBAH TAKDIR

TIPS MERUBAH TAKDIR
SUATU hari, Malaikat Maut mendatangi Nabiyallah Ibrahim, lalu bertanya : * Malaikat : Siapa anak muda yg tadi mendatangimu wahai Ibrahim? * Nabi Ibrahim : Itu tadi sahabatku & sekaligus muridku. * Malaikat : Ada apa dia datang menemuimu..? * Nabi Ibrahim : Dia ingin menyampaikan akan menikah besok pagi. * Malaikat: Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi... Habis berkata seperti itu, Malaikat Maut pun pergi meninggalkan Nabiyallah Ibrahim.. Hampir saja Nabiyallah Ibrahim tergerak utk memberitahu anak muda tersebut, guna menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematiannya... Tapi langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah. * Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat & menyaksikan anak muda tsb tetap bisa melangsungkan pernikahannya. * Haripun berganti, minggu berganti, bulan berganti, & tahunpun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya.. hingga usia anak muda ini 70 tahun. * Nabiyallah Ibrahim-pun bertanya kpd Malaikat Maut, kenapa malaikat berbohong tempo hari, menyampaikan jika anak muda itu akan mati besok pagi, ternyata tidak mati, bahkan umurnya panjang. * Malaikat Maut : Dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, karena Allah menahannya, dan kenapa Allah SWT menahan tanganku untuk tidak mencabut nyawa anak muda itu (dulu)...? * Ketahuilah wahai Ibrahim, bahwa di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan inilah yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup. * Kematian memang di tangan Allah SWT, justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam RasulNya, Muhammad SAW bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. Saudaraku, marilah kita perbanyak bersedekah. selamat bersedekah KLIK www.KitaBisa.com/PesantrenQuranYatim

Kamis, 09 November 2017

#Amalan Apa Saja Yang Tak Pernah Terputus Pahalanya??

#Amalan Apa Saja Yang Tak Terputus Pahalanya??

Kira-kira apa yang anda bayangkan tentang pahala membangun pesantren??
Yup, benar sekali pahala amal jariyah akan terus mengalir abadi walaupun kita sudah meninggal, subhanalloh
Lantas apa yang ada dibenak saudara tentang pahala menyantuni anak yatim??
Rosulullah SAW pernah bersabda bahwa kedudukan orang yang menyantuni anak yatim akan berdekatan dengan Rosul di surga sedekat jari telunjuk dan jari tengah.
Lalu bagaimana mengenai pahala membaca, memahami dan menghapal Al-Qur'an??
Jelas sekali setiap hurupnya akan mendatangkan sepuluh pahala kebaikan.
Masya Alloh luar biasa sekali sahabat, kemudian bayangkan jika tiga kemuliaan itu disatukan "Membangun Pesantren untuk Anak Yatim yang Menghapal Al-Qur'an" Sudah tentu pahalanya sangat besaar dan tak terputus. Rosul pernah bersabda: "Asshodaqotu Buhtanun" sedekah itu bukti, bukti apa?
Bukti kejujuran iman kita, karena iman itu harus dibuktikan, bukan hanya sekedar ngaku di lisan saja.
Naah, salah satu cara membuktikannya ialah dengan ber-Infak di jalan Alloh.
Karena manusia itu cenderung mencintai harta.

Dengan berinfak kita sedang membuktikan bahwa kita lebih mencintai Alloh dan Rosul-Nya dibandingkan dengan harta kita.
Dan alhamdulillah kini ada peluang untuk beramal yaitu pembangunan Pesantren Tahfidz untuk Anak Yatim
Bagi yang ingin mengetahui dan ikut berjuang mendirikan pesantren tahfidz untuk anak yatim
KLIK. www.KitaBisa.com/PesantrenQuranYatim
Mari kita sisihkan Rp. 10.000/bulan dari gaji atau hasil bisnis kita, kita patungan untuk mendirikan pesantren di seluruh #Indonesia untuk anak-anak yatim.
Khusus untuk pembangunan Masjid
>> Infaq melalui
□ Bank Mandiri
No Rek 132 00 183 117 88
An. Bendahara Masjid Jami Nurul Falah
Mohon bantu menyebarkan dengan klik bagikan dan tag teman-teman kita di komentar, semoga Alloh mencatatnya sebagai amal shalih kita amiin...
Surya Maulana Fatlah, S.Pd.I
Ketua Pesantren Darul Mulhim dan Founder @MajelisMutiaraCinta @aasumfah.blogspot.com

http:/kitabisa.com/pesantrenquranyatim

Minggu, 05 November 2017

Maukah bersahabat di dunia dan di akhirat?

Persahabatan Yang Dicintai Alloh
Ada pepatah yang mengatakan "punya musuh satu terlalu banyak, punya sahabat seribu terlalu sedikit", namun sahabat yg dicintai oleh Alloh bukanlah banyak atau sedikitnya tetapi bersahabat dengan orang-orang shaleh tentu lebih dicintai oleh Alloh.
Di era moderen ini persahabatan menjadi lebih bayak karena ada teknologi internet, semua orang bisa terkoneksi ke internet dan tentunya banyak berkenalan dengan orang melalui internet, maka manfaatkanlah internet untuk mencari sebanyak-banyaknya sahabat.
Tapi tahukah sahabat Majelis Mutiara Cinta bahwa sahabat yang terbaik adalah sahabat yang selalu mengingatkan kita kepada Alloh. Berapapun banyak sahabat tapi tidak membuat ingat kepada Alloh lalu siapakah yang akan menolong kita di akhirat kelak? Semoga kita di pilihkan sahabat-sahat yang sholih-sholihah amiin...
Mari bantu pembangunan
Pesantren Tahfidz Qur'an Untuk Yatim
klik kitabisa.com/PesantrenQuranYatim jika anda ingin berwakaf, berapapun uang yang anda donasikan insya Alloh pahala bacaan Al-Qur'an akan mengalir kepada anda.

Kamis, 05 Oktober 2017

Jangan Jadikan Rumah Kalian Sebagai Kuburan

Jangan Jadikan Rumah Kalian Sebagai Kuburan


Penjelasan Hadits: “Jangan Jadikan Rumah Kalian Sebagai Kuburan”

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا ، وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا ، وَصَلُّوا عَلَيَّ ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ
jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan, dan jangan jadikan kuburanku sebagai Id, bershalawatlah kepadaku karena shalawat kalian akan sampai kepadaku dimanapun engkau berada
Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya (2042), Imam Ahmad dalam Musnad-nya (8605), Ath Thabrani dalam Al Ausath (8/81), dan yang lainnya.

Derajat hadits

Semua perawi hadits ini tsiqah kecuali Abdullah bin Nafi’ Al Makhzumi, ia diperselisihkan statusnya. Ibnu Ma’in menganggapnya tsiqah, namun Al Bukhari berkata: “ada kekurangan pada hafalannya”. Ibnu Hajar berkata: “ia tsiqahshahihul kitab, namun hafalannya layyin (agak lemah)”. Maka perawi yang demikian lebih tepat dihukumi shaduq, hasan haditsnya, wallahu a’lam. Dan terdapat syawahid dari jalan Ali bin Abi Thalib, Al Hasan bin Ali dan sahabat yang lain, sehingga hadits ini terangkat menjadi shahih. Syaikhul Islam dalam Al Iqtidha (2/169) mengatakan: “hadits ini hasan dan memiliki beberapa syawahid“. Hadits ini dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud (2042).
Bahkan ashl hadits ini terdapat dalam Bukhari-Muslim, dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda
اجعلوا في بيوتِكم من صلاتِكم، ولا تتَّخِذوها قبورًا
jadikanlah rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan” (HR. Al Bukhari no. 432, 1187, Muslim no. 777)

Penjelasan “Jangan Jadikan Rumah Kalian Sebagai Kuburan”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
Par a ulama berbeda pendpat mengenai makna ‘jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan‘ dalam 2 pendapat:
Pendapat pertama: maknanya jangan kalian menguburkan orang yang mati di sana (rumah). Dan ini sesuai dengan zhahir hadits. Namun terdapat hadits lain yang menyatakan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dikubur di rumahnya. Ini dijawab oleh para ulama dengan bahwasanya hal tersebut adalah kekhususan bagi beliau.
Pendapat kedua: maknyanya janganlah kalian menjadikan rumah kalian seperti kuburan, yang disana tidak dilaksanakan shalat. Karena telah menjadi hal yang dipegang oleh para ulama, bahwa di kuburan itu tidak boleh didirikan shalat. Makna ini dikuatkan oleh riwayat dengan jalan yang lain:
اجعلوا في بيوتِكم من صلاتِكم، ولا تتَّخِذوها قبورًا
jadikanlah rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan
Kedua makna di atas benar. Karena menguburkan orang mati di rumah adalah sarana menuju kepada kesyirikan. Karena kebiasaan yang dipraktekkan sejak masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam hingga hari ini bahwa orang mati itu dikuburkan bersama kuburan kaum muslimin yang lain. Dan juga bisa memberikan kesusahan pada keluarga yang ditinggalkannya, karena terkadang melihat kuburannya bisa membuat sedih atau terkadang keluarganya tersebut mengeluarkan kata-kata yang terlarang (contohnya: meratap berlebihan, minta doa, minta hajat, tabarruk, tawassul, pent.). Dan ini semua tidak sesuai dengan maksud syariat, yaitu bahwa kuburan seharusnya menjadi pengingat akan akhirat.
Hadits ini merupakan dalil bahwa kuburan bukanlah tempat untuk shalat. Karena menjadikan kuburan sebagai tempat shalat merupakan penyebab kesyirikan.
Hadits ini juga merupakan dalil bahwa yang afdhal itu seseorang shalat di rumahnya, maksudnya yaitu untuk seluruh shalat sunnah. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
أفضل صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة
shalat yang afdhal bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat-shalat wajib” (HR. Al Bukhari no. 7290)
kecuali shalat-shalat yang terdapat dalil dari syariat bahwa pelaksanaannya dilakukan di masjid, seperti shalat kusuf, shalat tawarih di bulan Ramadhan. Bahkan, walaupun berada di Mekkah atau Madinah, shalat sunnah di rumah tetap lebih afdhal berdasarkan keumuman hadits di atas. Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun ketika mensabdakan demikian, beliau berada di Madinah.
PesantrenQuranYatim
(Majmu’ Fatawa war Rasail, 2/235, Asy Syamilah)http://kitabisa.com/pesantrenquranyatim

Cara Bersyukur Dengan Lisan, Hati dan Amal Perbuatan

Apa itu syukur? Pertanyaan tentang pengertian syukur dan macamnya sudah dipaparkan pada bahasan pengertian syukur. Melanjutkan bahasan tersebut, timbul pertanyaan bagaimana cara bersyukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita hambanya? Berikut ini adalah cara-cara bersyukur kepada Allah. Apa yang paling penting dan diamalkan dari cara-cara beryukur tersebut.

Namun sebelumnya sebagai pembuka bahasan cara-cara bersyukur mari kita perhatikan dalil firman Allah dalam Al-Qur’an al-Karim dan juga dalil Hadits Nabi yang menerangkan keharusan dari bersyukur. Firman Allah dalam Al-Qur’an :

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Dari ayat di atas, menekankan dan memberikan kepada kita pengertian bahwa bersyukur itu adalah suatu keharusan bagi hamba kepada Tuhannya. Tersirat dalam ayat di atas dua hal yang berupa anjuran untuk bersyukur dan ancaman bagi orang-orang yang tidak bersyukur. Bahwasanya, bagi orang-orang yang bersyukur, niscaya Allah akan menambahkan nikmat-nikmat yang diperoleh dan ancaman bahwa azab atau siksa Allah itu amat pedih.

Dalam sebuah hadits dikisahkan :

Pada suatu malam ‘istri Nabi Aisyah ra. Melihat Rasulullah saw sedang mengerjakan sholat tahajud sampai membuat kaki Rasulullah bengkak yang disebabkan karena Nabi berdiri terlalu lama. ‘Aisyah melihat hal tersebut dan berkata kepada Nabi : Wahai Rasul, mengapa engkau selalu melakukan ini di malam hari, sedangkan hal ini bukanlah suatu kewajiban? Dan juga, bukankah semua dosa-dosamu baik yang akan dating ataupun dosa yang telah lalu akan diampuni oleh Allah? Rasulullah Nabi Muhammad saw pun tersenyum dan beliau berkata : apakah salah apabila aku ingin menjadi Hamba Allah yang bersyukur?

Dari keterangan cerita hadits di atas, memberikan kita penjelasan betapa indah yang diajarkan Nabi Muhammad saw., bahwasanya tidak ada satukesombongan pun dalam diri Rasulullah saw. Tidak terdapat rasa bermalasan-malasan yang ada pada diri Rasul untuk selalu mendapatkan cinta sang maha kuasa, meskipun beliau sudah mendapatkan gelar sebagai kekasih Allah swt.

Bagaimanakah cara-cara bersyukur kepada Allah?

Cara bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu sebagai berikut :

Cara bersyukur yang pertama adalah dengan lisan

Bersyukur dengan lisan adalah bersyukur dengan perkataan atau lisan. Orang yang selalu bersyukur akan senantiasa memuji kepada Tuhannya, dengan mengucapkan bacaan tahmid ketika mendapatkan nikmat, membaca Al-Qur'an, beristighfar apabila melakukan kesalahan, dan lain sebagainya.

Lidah orang-orang yang bersyukur akan selalu dibasahi dengan dzikrullah, takbir, tahmid, tahlil yang selalu mengiringi dalam setiap hembusan nafas seseorang. Memberikan tausiah serta saling mengingatkan ketika ada yang melakukan kesalahan dan kekhilafan adalah juga merupakan bagian dari cara bersyukur dengan lisan.

Cara bersyukur yang kedua adalah dengan hati.

Bersyukur dengan hati adalah dengan senantiasamenjaga qalbu atau hati dari berbagai penyakit yang dapat merusak dan mengotori hati seperti sifat iri hati, dengki yang terlarangriya danmunafik.

Hati yang senantiasa bersyukur akan senantiasa berprasangka baik kepada Allah dengan menerima apa yang menjadi ketentuan dan takdir Allahkepadanya dalam kehidupan yang dijalani, tidak berputus asa ketika datang ujian dan cobaan melanda. Dengan ujian dan cobaan tersebut, orang yang bersyukur dengan hati akan menjadikan dirinya sebagai pribadi yang tegas, tegar dalam menjalani kehidupan yang fatamorgana ini. 

Cara bersyukur yang ketiga adalah dengan amal perbuatan

Bersyukur dengan amal perbuatan adalah melalui tindakan atau amal perbuatan. Perbuatan seseorang dapat menjadi refleksi atau cerminan dari rasa syukur atas nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah. Salah satu contoh bentuk cerminan syukur adalah dengan bersedekah dengan harta yang kita miliki, memberikan dan perbuat banyak kebaikan kepada orang lain. Bersyukur hendaknya selalu diaplikasikan dalam keseharian, misalnya perilaku serta akhlak yang baik dan muliajuga dapat menjadi gambaran dan bentuk dari wujud syukur dalam perbuatan, ramah, sopan santun dalam pergaulan juga merupakan bagian dari rasa syukur itu sendiri.

Bentuk dari cara bersyukur dengan amal perbuatan ini adalah cara bersyukur yang paling penting dalam kehidupan di masa sekarang ini. Sudah semestinya kita ini menjadi rakyat yang bersyukur, bangsa yang bersyukur. Demikian juga bagi para pemimpin, para pemimpin yang menunjukkan wujud syukur dalam perbuatan adalah mereka yang senantiasa menunjukkan dan bisa menjadi contoh suri tauladan bagi rakyat yang dipimpinnya, bukan menjadi pemimpin yang mengajarkan berlaku dan bertindak kufur atas nikmat Allah.

Itulah cara-cara bersyukur kepada Allah swt.Tuhan yang mencipta alam dan seisinya, Maha menguasai alam dan seisinya, maha pengampun atas semua dosa. Marilah kita senantiasa berdoa, agar dapat menjadi orang yang pandai bersyukur, baik bersyukur dengan lisan, bersyukur dengan hati dan lebih-lebih bersyukur dengan amal perbuatan. Amiin…http://kitabisa.com/pesantrenquranyatim

Selasa, 12 September 2017

Maqom Kramat Raden Ibrohim Eyang Dalem Pataruman

Maqom Kramat Raden Ibrohim Eyang Dalem Pataruman



Silsilah keturunan

Sembah Dalem Pataruman Raden Ibrohim Bin Rd.Rangga Anggayudha Bin Eyang Rangga Abdul Gholib Bin Syeikh Abdul Manan Sontowan Kunur Bin Kyai Gedeng Karta Manggala Bin Kyai Gedeng Rungkang Bin Eyang Dalem Sang Adipati Kertamanah Bin Prabu Larang Jiwa Bin Prabu Lawe Pakuan Bin Pangeran Prabu Kunte Buyeng Bin Rd.Pamanah rasa Sri Baduga Maha Raja Prabu Siliwangi.

 



  












Lokasi  Situs
 
Petilasan ini terletak di Kp.Tambakan Desa Pataruman Kec. Cihampelas Kab.Bandung Barat.Akses masuk ke makom ini tidaklah sulit dan dapat ditempuh sekitar 5 menit dari kantor kecamatan Cihampelas Kab.Bandung Barat.
 
Peziarah yang rutin mengunjungi makom ini adalah mereka yang rata rata baerasal dari kp.Mahmud Marga Asih, karena Dalem pataruman merupakan tunggulmasyarakat Cipatik dan Kp.Mahmud.
 


Fasilitas yang tersedia
 
Makom ini dirawat oleh seorang juru kunci karena memang disediakan khusus untuk para peziarah yang datang dengan berbagai maksud.
 
Bagi para peziarah yang datang secara rombongan, dapat memarkir kendaraannya di pelataran masjid yang bersebrangan dengan komplek pemakaman.

Kamis, 31 Agustus 2017

Penelitian Cara Islami

ORANG BARAT “Terkejut Dengan CARA ISLAM MENYEMBELIH SAPI“

Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.

Simak penelitian ini.

1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari’atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

Penyembelihan Menurut Syariat Islam

Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat

Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. 

Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
Silakan di-share untuk teman Anda,
sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan Al-Quran di tempat tinggalnya setelah membaca artikel yang Anda share, maka semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

KABAR INI HARUS TERSEBAR.
INI MEMBUKTIKAN, APA YANG ISLAM PERINTAHKAN SANGAT BERGUNA BAGI UMAT MANUSIA.

Minggu, 27 Agustus 2017

Jurus Jitu Menghadapi Istri

PELUKLAH ISTERI DISAAT DIA MENANGIS
Bila isterimu menangis dihadapanmu, tak peduli apapun sebabnya, peluklah dia, biarpun dia menolak, tetap peluklah dengan erat,
Menangis di atas meja selamanya tidak akan pernah terasa lebih nyaman dan damai selain menangis dalam pelukkanmu..!!
Bila isteri mengatakan tentang kesalahanmu,tolong jangan selalu mengatakan dia cerewet, itu semua karena ia peduli padamu..!!
Bila isteri sedang kesal dan mengabaikanmu, jangan ikut-ikutan tidak peduli, ini adalah tantangan bagi kalian, saatnya membuang gengsi..!!
Bila isteri tidak mau mendengarkan dan berbalik badan berjalan meninggalkanmu,kejarlah dia,
Bila kau sungguh mencintainya, apakah kau tega meninggalkannyasendirian..??
Bila isterimu berkata "kamu pergi saja" aku tidak mau memperdulikanmu'' jangan percaya begitu saja, mungkin itu hanya dibibir saja,sedang hatinya tidaklah demikian, sebenarnya itu adalah saat dimana dia paling membutuhkanmu..!!
Bila isterimu marah, suasana hatinya sedang tidak enak dan tidak mau makan, jangan bertanya mau makan apa, dia pasti berkata tidak mau semuanya.
Belikan makanan kesukaannya, tunggu suasana hatinya membaik dan berikan pada dia, jangan menggunakan ancaman bahwa kamu juga tidak mau makan..!!
Hargai isterimu, tidak perlu berpikir terlalu rumit, apa yang wanita mau selalu sederhana selamanya..!!
Terkadang, berkompromi bukanlah berarti mengaku kalah, itu adalah suatu sikap memahami..!!
Memaafkan bukan berarti lemah, melainkan sebuah kepedulian dan menghargai..
SubhanAllah..

Pudarnya Sakralitas Berkah

Pudarnya Sakralitas Berkah


Sahabat MajelisMutiaraCinta ~ Barakah atau berkah bukanlah hal yang dapat dirasionalisasi, tapi eksistensinya terbukti. Di mata ulama salaf, term tersebut merupakan sesuatu yang sangat krusial dan tidak dapat dijauhkan dari kegemilangan orientasi pendidikan.

Namun, agaknya sakralitasnya kini mulai memudar. Misalnya, ketaatan kepada guru yang merupakan salah satu indikatornya, hampir sulit dijumpai di berbagai tempat pendidikan, terlebih pendidikan formal. Jadi tidak heran, jika terlahir sebuah generasi yang tinggi intelektualitasnya tapi rendah kualitas imannya.

Dan kita mungkin hanya bisa merenungkan sebuah kata mulia, sebagaimana dikutip oleh Imam al-Ghozali dalam Ihya 'Ulumiddin juz 1 halaman 63:

مَنِ ازْداَدَ عِلْماً وَلَمْ يَزْدَدْ هُدىً، لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْداً

"Barangsiapa ilmunya bertambah namun hidayahnya tidak bertambah, maka takkan menambahi dia kecuali jauhnya dari Allah.”

Semoga Allah meramati kita semua. Aamiin. 

Rabu, 23 Agustus 2017

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha

Kamis, 24 Agustus 2017
Sahabat Majelis Mutiara Cinta yang dirahmati Alloh sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?" Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim." Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?" Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan."Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?"Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan." [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami." [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya." [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah" [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya."
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…"
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)" [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar." [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]
#YukBerdakwah
#QurbanAsyik

Selasa, 22 Agustus 2017

AZAB BAGI KAUM WANITA DINERAKA SERTA SEBAB-SEBABNYA

AZAB BAGI KAUM WANITA DINERAKA SERTA SEBAB-SEBABNYA

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Segala Puji hanya milik Alloh yang telah memberikan segala karunia kepada kita semua, semoga kita dapat bersyukur dan bertaqwa kepadaNya amiin...

Sahabat Majelis Mutiara Cinta yang dirahmati Alloh, Wanita memang istimewa dan diistimewakan baik oleh agama maupun negara, namun di balik istimewanya wanita banyak rambu-rambu yang harus di jaga agar tidak terjerembab masuk ke dalam neraka yang hina.

Sayidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.

Beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

Rasulullah saw menjawab, seperti ini:

1. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, Otaknya mendidih.

2. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, Tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

3. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.

4. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka.

5. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

6. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

7. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.

8. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (mengumpat, dll),

sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, "Mengapa mereka disiksa seperti itu?"

Rasulullah menjawab,
"Wahai putriku,
Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan

perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.

Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.

"Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

Wahai Sahabatku Kaum muslimah..
Yuk Kita Semua Mulai Memperbaiki Diri..
sebelum Semua Terlambat..
Tutuplah Aurat Dengan Sempurna
jagalah lisan Dan Akhlak kita..
Sebelum Datangnya maut Merenggut nyawa kita,
yang Bisa Menyelamatkan kita Kelak Dari Azab neraka Adalah Amalan Sholeh yg kita Kerjakan Semasa Hidup Didunia ini...

Ya Allah,,,,,akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik),
dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”..Aamiin yaa Allah yaa Rabbal'Aalamiin...

Boleh Di SHARE Sahabatku...

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)
semoga Yg MEMBAGIKAN Terhindar dari azab dan  siksaan neraka. Aamiin

#MajelisMutiaraCinta
#YukBerdakwah
@sumfah_aa

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah



Segala puji hanya milik Alloh yang telah memberikan kita nikmat umur panjang, semoga kita tetap istiqomah dalam kebaikan amiin...
Sahabat Majelis Mutiara Cinta sebentar lagi akan tiba bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan di mana para umat muslim di dunia melakukan ibadah haji di Mekkah  yang melakukan Wukuf di Padang Arafah. Perlu di ketahui juga, di bulan ini terdapat amalan yang sangat luar biasa untuk tidak kita tinggalkan. Amalan apa itu? ya bagi kita yang tidak melaksanakan ibadah haji, dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah 2 hari yaitu pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah yang di sebut dengan puasa Tarwiyah dan Arofah. Kedua puasa sunah ini memiliki keutamaan.

Keutamaan Puasa Tarwiyah,
Tarwiyah berkaitan erat dengan peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS yang bermimpi diperintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi IsmailAS.Pada hari itu, hari ke-8 bulan Dzulhijjah, ia merenung dan berpikir (rawwa-yurawwi-tarwiyah) tentang takwil mimpi menyembelih putra kesayangannya sendiri. Pada hari ke-9, ia mendapati takwil mimpi yang membuatnya tahu (‘arafa) akan makna mimpi tersebut, sehingga disebut dengan Hari Arafah. Sedangkan pada hari ke-10, ia melaksanakan perintah dalam mimpi itu, yakni menyembelih (nahara) putranya, sehingga disebut hari Nahr.
Adajuga pendapat yang mengatakan, dinamakan hari Tarwiyah karena pada hari itu orang-orang mengenyangkan diri dengan minum air (rawiya, irtawa) untuk persiapan ibadah selanjutnya.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.
Sebuah artikel sederhana karya Dr Abdurrahman bin Shalih bin Muhammad al-Ghafili yang berjudul Hukm Shiyam Asyr Dzilhijjah, berusaha memaparkan hukum puasa yang sering disebut dengan Hari Tarwiyah tersebut.

Ia menjelaskan topik ini merupakan bahasan klasik yang telah banyak dikupas dalam deretan kitab hadis ataupun ulama-ulama terdahulu. Para ulama sepakat, Puasa Tarwiyah hukumnya sunah. Bahkan, sangat dianjurkan berpuasa sejak hari pertama Dzulhijjah hingga Hari Arafah, tepatnya 9 Dzulhijjah.
Dalam kitab Minah al-Jalil Syarh ‘Ala Mukhtashar al-Khalil yang bermazhab Maliki disebutkan hukum berpuasa selama sembilan hari pertama Dzulhijjah hukumnya sunah, istilah puasa tersebut dikenal dengan sebutan asyr Dzilhijjah.

Keutamaan Puasa Arafah, Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada saat diberlangsungkannya wukuf di tanah Arafah tanggal 9 Dzulhijah oleh para jamaah haji. Wukuf di Arafah bisa dikatakan sebagai inti dari pada pelaksanaan ibadah haji. Karena itu puasa Arafah ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji.

Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.

Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri. (Lebih lanjut tentang hal ini silakan klik di rubrik Syari’ah dan Iptek)

Penentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa’il Diniyah Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, akhir 1999. Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan pada rukyatul hilal.

Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)


Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Bagi anda yang belum tahu niatanya, di bawah ini di lampirkan doa/niat puasa tarwiyah dan arofahdalam bahasa arab, latin dan beserta artinya.

Lafadz Niat Puasa Tarwiyah

نويت صوم ترويه سنة لله تعالى
Bahasa Latin: Nawaitu shauma tarwiyah, sunnatal lillahi ta’ala
Terjemahan: “Saya niat puasa tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala”

Lafadz Niat Puasa Arafah

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
Bahasa Latin: Nawaitu shauma arafah, sunnatal lillahi ta’ala
Terjemahan: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala”

Puasa Arafah dan tarwiyah sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء
Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)

Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.
عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ
“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).

Para Ulama mengatakan bahwasanya paling mulianya hari dalam satu tahun adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dan paling mulianya malam dalam satu tahun adalah 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan.

Amalan di Bulan Dzulhijjah
Adapun amalan-amalan shaleh yang sangat di anjurkan oleh ulama untuk kita kerjakan pada 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah sangat banyak sekali di antaranya adalah shalat, puasa terutama puasa Tarwiyah dan Arafah serta banyak dzikir kepada Allah SWT.
Ulama mengatakan, “Barangsiapa memuliakan atau menghidupkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dengan amalan-amalan ibadah maka Allah Ta’ala akan memberinya 10 keistimewaan, yaitu:
  • Allah memberikan berkah pada umurnya
  • Allah menambah rizqinya
  • Allah menjaga diri dan keluarganya
  • Allah mengampuni dosa-dosanya
  • Allah melipatgandakan pahalanya
  • Di mudahkan keluarnya nyawa ketika dalam keadaan sakaratul maut
  • Allah menerangi kehidupannya
  • Di beratkan timbangan kebajikannya
  • Terselamatkan dari semua kesusahannya
  • Di tinggikan derajatnya di sisi Allah Ta’ala
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.
Nah bagi anda yang mengingatkan sodara muslim kita atas amalan sunah yang luar biasa di bulan Dzulhijjah ini dengan meng-SHARE artikel initermasuk anda seseorang yang merindukan indahnya surga Allah. Karena dengan mengingatkan sama halnya kita berbuat kebaikan dan beramal dalam mendapatkan surga Allah.
Majelis Mutiara Cinta

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah Wednesday , Agustus 23, 201 7 Segala puji hanya milik Alloh yang telah me...