Kamis, 18 Januari 2018

Cara Shalat Khusyu

Cara Shalat Khusyu Hatim Al-Asham, ketika diminta untuk melukiskan shalatnya berkata, "Bila datang waktu shalat, aku berwudhu dengan sesempurna mungkin, pergi ke tempat shalatku, dan duduk di situ sampai tenang seluruh anggota tubuhku. Setelah itu, aku bangkit dan memulai shalatku. Kujadikan Ka'bah di antara kedua mataku, sirath dibawah telapak kakiku, surga di sisi kananku, neraka di sisi kiriku, dan malaikatul maut di belakangku. Kuperkirakan ini sebagai shalatku yang terakhir dan aku pun berdiri di antara harapan dan kecemasan. Aku bertakbir dengan hati mantap, dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan tartil, kemudian aku mulai ruku' dengan hati merunduk, dan bersujud dengan penuh khusyuk, duduk di atas bagian tubuhku sebelah kiri, menjadikan punggung kakiku sebagai alas, sambil menegakkan kaki kananku di atas ibu jarinya. Kuikuti semuanya itu dengan penuh keikhlasan dan setelah itu aku pun tak tahu, apakah shalatku itu diterima atau tidak?" (Imam Al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumiddin)

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah Wednesday , Agustus 23, 201 7 Segala puji hanya milik Alloh yang telah me...