Kamis, 31 Agustus 2017

Penelitian Cara Islami

ORANG BARAT “Terkejut Dengan CARA ISLAM MENYEMBELIH SAPI“

Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.

Simak penelitian ini.

1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari’atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

Penyembelihan Menurut Syariat Islam

Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat

Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. 

Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
Silakan di-share untuk teman Anda,
sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan Al-Quran di tempat tinggalnya setelah membaca artikel yang Anda share, maka semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

KABAR INI HARUS TERSEBAR.
INI MEMBUKTIKAN, APA YANG ISLAM PERINTAHKAN SANGAT BERGUNA BAGI UMAT MANUSIA.

Minggu, 27 Agustus 2017

Jurus Jitu Menghadapi Istri

PELUKLAH ISTERI DISAAT DIA MENANGIS
Bila isterimu menangis dihadapanmu, tak peduli apapun sebabnya, peluklah dia, biarpun dia menolak, tetap peluklah dengan erat,
Menangis di atas meja selamanya tidak akan pernah terasa lebih nyaman dan damai selain menangis dalam pelukkanmu..!!
Bila isteri mengatakan tentang kesalahanmu,tolong jangan selalu mengatakan dia cerewet, itu semua karena ia peduli padamu..!!
Bila isteri sedang kesal dan mengabaikanmu, jangan ikut-ikutan tidak peduli, ini adalah tantangan bagi kalian, saatnya membuang gengsi..!!
Bila isteri tidak mau mendengarkan dan berbalik badan berjalan meninggalkanmu,kejarlah dia,
Bila kau sungguh mencintainya, apakah kau tega meninggalkannyasendirian..??
Bila isterimu berkata "kamu pergi saja" aku tidak mau memperdulikanmu'' jangan percaya begitu saja, mungkin itu hanya dibibir saja,sedang hatinya tidaklah demikian, sebenarnya itu adalah saat dimana dia paling membutuhkanmu..!!
Bila isterimu marah, suasana hatinya sedang tidak enak dan tidak mau makan, jangan bertanya mau makan apa, dia pasti berkata tidak mau semuanya.
Belikan makanan kesukaannya, tunggu suasana hatinya membaik dan berikan pada dia, jangan menggunakan ancaman bahwa kamu juga tidak mau makan..!!
Hargai isterimu, tidak perlu berpikir terlalu rumit, apa yang wanita mau selalu sederhana selamanya..!!
Terkadang, berkompromi bukanlah berarti mengaku kalah, itu adalah suatu sikap memahami..!!
Memaafkan bukan berarti lemah, melainkan sebuah kepedulian dan menghargai..
SubhanAllah..

Pudarnya Sakralitas Berkah

Pudarnya Sakralitas Berkah


Sahabat MajelisMutiaraCinta ~ Barakah atau berkah bukanlah hal yang dapat dirasionalisasi, tapi eksistensinya terbukti. Di mata ulama salaf, term tersebut merupakan sesuatu yang sangat krusial dan tidak dapat dijauhkan dari kegemilangan orientasi pendidikan.

Namun, agaknya sakralitasnya kini mulai memudar. Misalnya, ketaatan kepada guru yang merupakan salah satu indikatornya, hampir sulit dijumpai di berbagai tempat pendidikan, terlebih pendidikan formal. Jadi tidak heran, jika terlahir sebuah generasi yang tinggi intelektualitasnya tapi rendah kualitas imannya.

Dan kita mungkin hanya bisa merenungkan sebuah kata mulia, sebagaimana dikutip oleh Imam al-Ghozali dalam Ihya 'Ulumiddin juz 1 halaman 63:

مَنِ ازْداَدَ عِلْماً وَلَمْ يَزْدَدْ هُدىً، لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْداً

"Barangsiapa ilmunya bertambah namun hidayahnya tidak bertambah, maka takkan menambahi dia kecuali jauhnya dari Allah.”

Semoga Allah meramati kita semua. Aamiin. 

Rabu, 23 Agustus 2017

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha

Kamis, 24 Agustus 2017
Sahabat Majelis Mutiara Cinta yang dirahmati Alloh sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?" Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim." Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?" Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan."Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?"Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan." [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami." [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya." [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah" [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya."
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…"
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)" [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar." [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]
#YukBerdakwah
#QurbanAsyik

Selasa, 22 Agustus 2017

AZAB BAGI KAUM WANITA DINERAKA SERTA SEBAB-SEBABNYA

AZAB BAGI KAUM WANITA DINERAKA SERTA SEBAB-SEBABNYA

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Segala Puji hanya milik Alloh yang telah memberikan segala karunia kepada kita semua, semoga kita dapat bersyukur dan bertaqwa kepadaNya amiin...

Sahabat Majelis Mutiara Cinta yang dirahmati Alloh, Wanita memang istimewa dan diistimewakan baik oleh agama maupun negara, namun di balik istimewanya wanita banyak rambu-rambu yang harus di jaga agar tidak terjerembab masuk ke dalam neraka yang hina.

Sayidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.

Beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

Rasulullah saw menjawab, seperti ini:

1. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, Otaknya mendidih.

2. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, Tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

3. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.

4. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka.

5. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

6. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

7. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.

8. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (mengumpat, dll),

sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, "Mengapa mereka disiksa seperti itu?"

Rasulullah menjawab,
"Wahai putriku,
Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan

perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.

Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.

"Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

Wahai Sahabatku Kaum muslimah..
Yuk Kita Semua Mulai Memperbaiki Diri..
sebelum Semua Terlambat..
Tutuplah Aurat Dengan Sempurna
jagalah lisan Dan Akhlak kita..
Sebelum Datangnya maut Merenggut nyawa kita,
yang Bisa Menyelamatkan kita Kelak Dari Azab neraka Adalah Amalan Sholeh yg kita Kerjakan Semasa Hidup Didunia ini...

Ya Allah,,,,,akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik),
dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”..Aamiin yaa Allah yaa Rabbal'Aalamiin...

Boleh Di SHARE Sahabatku...

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)
semoga Yg MEMBAGIKAN Terhindar dari azab dan  siksaan neraka. Aamiin

#MajelisMutiaraCinta
#YukBerdakwah
@sumfah_aa

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah



Segala puji hanya milik Alloh yang telah memberikan kita nikmat umur panjang, semoga kita tetap istiqomah dalam kebaikan amiin...
Sahabat Majelis Mutiara Cinta sebentar lagi akan tiba bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan di mana para umat muslim di dunia melakukan ibadah haji di Mekkah  yang melakukan Wukuf di Padang Arafah. Perlu di ketahui juga, di bulan ini terdapat amalan yang sangat luar biasa untuk tidak kita tinggalkan. Amalan apa itu? ya bagi kita yang tidak melaksanakan ibadah haji, dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah 2 hari yaitu pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah yang di sebut dengan puasa Tarwiyah dan Arofah. Kedua puasa sunah ini memiliki keutamaan.

Keutamaan Puasa Tarwiyah,
Tarwiyah berkaitan erat dengan peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS yang bermimpi diperintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi IsmailAS.Pada hari itu, hari ke-8 bulan Dzulhijjah, ia merenung dan berpikir (rawwa-yurawwi-tarwiyah) tentang takwil mimpi menyembelih putra kesayangannya sendiri. Pada hari ke-9, ia mendapati takwil mimpi yang membuatnya tahu (‘arafa) akan makna mimpi tersebut, sehingga disebut dengan Hari Arafah. Sedangkan pada hari ke-10, ia melaksanakan perintah dalam mimpi itu, yakni menyembelih (nahara) putranya, sehingga disebut hari Nahr.
Adajuga pendapat yang mengatakan, dinamakan hari Tarwiyah karena pada hari itu orang-orang mengenyangkan diri dengan minum air (rawiya, irtawa) untuk persiapan ibadah selanjutnya.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.
Sebuah artikel sederhana karya Dr Abdurrahman bin Shalih bin Muhammad al-Ghafili yang berjudul Hukm Shiyam Asyr Dzilhijjah, berusaha memaparkan hukum puasa yang sering disebut dengan Hari Tarwiyah tersebut.

Ia menjelaskan topik ini merupakan bahasan klasik yang telah banyak dikupas dalam deretan kitab hadis ataupun ulama-ulama terdahulu. Para ulama sepakat, Puasa Tarwiyah hukumnya sunah. Bahkan, sangat dianjurkan berpuasa sejak hari pertama Dzulhijjah hingga Hari Arafah, tepatnya 9 Dzulhijjah.
Dalam kitab Minah al-Jalil Syarh ‘Ala Mukhtashar al-Khalil yang bermazhab Maliki disebutkan hukum berpuasa selama sembilan hari pertama Dzulhijjah hukumnya sunah, istilah puasa tersebut dikenal dengan sebutan asyr Dzilhijjah.

Keutamaan Puasa Arafah, Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada saat diberlangsungkannya wukuf di tanah Arafah tanggal 9 Dzulhijah oleh para jamaah haji. Wukuf di Arafah bisa dikatakan sebagai inti dari pada pelaksanaan ibadah haji. Karena itu puasa Arafah ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji.

Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.

Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri. (Lebih lanjut tentang hal ini silakan klik di rubrik Syari’ah dan Iptek)

Penentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa’il Diniyah Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, akhir 1999. Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan pada rukyatul hilal.

Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)


Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Bagi anda yang belum tahu niatanya, di bawah ini di lampirkan doa/niat puasa tarwiyah dan arofahdalam bahasa arab, latin dan beserta artinya.

Lafadz Niat Puasa Tarwiyah

نويت صوم ترويه سنة لله تعالى
Bahasa Latin: Nawaitu shauma tarwiyah, sunnatal lillahi ta’ala
Terjemahan: “Saya niat puasa tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala”

Lafadz Niat Puasa Arafah

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
Bahasa Latin: Nawaitu shauma arafah, sunnatal lillahi ta’ala
Terjemahan: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala”

Puasa Arafah dan tarwiyah sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء
Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)

Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.
عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ
“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).

Para Ulama mengatakan bahwasanya paling mulianya hari dalam satu tahun adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dan paling mulianya malam dalam satu tahun adalah 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan.

Amalan di Bulan Dzulhijjah
Adapun amalan-amalan shaleh yang sangat di anjurkan oleh ulama untuk kita kerjakan pada 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah sangat banyak sekali di antaranya adalah shalat, puasa terutama puasa Tarwiyah dan Arafah serta banyak dzikir kepada Allah SWT.
Ulama mengatakan, “Barangsiapa memuliakan atau menghidupkan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah dengan amalan-amalan ibadah maka Allah Ta’ala akan memberinya 10 keistimewaan, yaitu:
  • Allah memberikan berkah pada umurnya
  • Allah menambah rizqinya
  • Allah menjaga diri dan keluarganya
  • Allah mengampuni dosa-dosanya
  • Allah melipatgandakan pahalanya
  • Di mudahkan keluarnya nyawa ketika dalam keadaan sakaratul maut
  • Allah menerangi kehidupannya
  • Di beratkan timbangan kebajikannya
  • Terselamatkan dari semua kesusahannya
  • Di tinggikan derajatnya di sisi Allah Ta’ala
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.
Nah bagi anda yang mengingatkan sodara muslim kita atas amalan sunah yang luar biasa di bulan Dzulhijjah ini dengan meng-SHARE artikel initermasuk anda seseorang yang merindukan indahnya surga Allah. Karena dengan mengingatkan sama halnya kita berbuat kebaikan dan beramal dalam mendapatkan surga Allah.
Majelis Mutiara Cinta

Senin, 21 Agustus 2017

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Bismillahirrahmaanirrahim,

Segala puji hanya milik Allah SWT
Shalawat Salam selamanys tercurah kepada baginda Rosulullah SAW
Semoga kita semuanya selalu mendapat Rohmat & Ridho-Nya Allah SWT

Sahabat MajelisMutiaraCinta yg dirahmati Alloh sekedar mengingatkan kepada sesama umat islam bahwa: "Lusa hari Rabu, tanggal 23 Agustus 2017 bertepatan tanggal 1 Dzulhijjah 1438 H."

Adapun pahala dan Keutamaan 10 hari Pertama Bulan Dzulhijjah.
Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda :

📝 *Hari 1 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Allah swt mengampuni dosanya Nabi Adam AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allah SWT akan mengampuni segala dosanya.

📝 *Hari 2 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Yunus AS dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun.

📝 *Hari 3 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allaah swt akan mengabulkan segala do’anya.

📝 *Hari 4 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan.

📝 *Hari 5 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan adzab kubur.

📝 *Hari 6 bulan Dzulhijah
Adalah hari dimana Allah swt membuka pintu kebajikan untuk Nabi-Nya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allah swt dengan penuh Rahmat dan tidak akan diadzab.

📝 *Hari 7 bulan Dzulhijjah
Adalah hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah swt akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan.

📝 *Hari 8 adalah hari Tarwiyah.
Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak terputus.

📝 *Hari 9 adalah hari Arafah.
Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

📝 *Hari 10 adalah hari Raya Iedul Qurban.
Barang siapa menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertama darah Qurban diampunkan dosa dosanya dan dosa anak-anak dan istrinya.

Semoga bermanfaat selalu untuk kita semua...

*امين... امين... امين... يا رب العالمين...

#MajelisMutiaraCinta
#ayopuasasunnah
#ayoberqurban

Pentingnya Niat Dalam Pernikahan

Pentingnya Niat Dalam Pernikahan

Niat sangat penting dalam ibadah. Perbuatan menjadi ibadah atau tidak itu karena niat. Begitu juga menikah, jika niatnya baik maka akan menjts adi ibadah selamanya, tetapi kalau salah niat maka tidak menjadi ibadah malah mendapat dosa.
Rosulullah SAW bersabda :
مَنْ نَكَحَ ِللهِ وَأَنْكَحَ ِللهِ اِسْتَحَقَّ وِلاَيَةَ اللهِ
Barang siapa (suami istri) yang menikah karena Allah, dan (orang tua) menikahkan karena Allah, maka dia berhak mendapatkan lindungan Allah.



 
Pentingnya niat yang baik akan menghindarkan penyesalan tiada akhir akibat hancurnya pernikahan. Diantara mutiara yang muncul dari ucapan Ulama Salaf  :
 فَرَحْ شَهرْ خَسِرْ مَهْر كَسْر ظَهْر هَمٌّ دَهْر
 Kenikmatan hanya Sebulan, Rugi akan Mahar, Punggung terasa hancur (lelah mengurusi pernikahan) dan Penyesalan Sepanjang Masa

Sebagian ulama sampai mengumpulkan 70 niat bahkan ratusan dalam pernikahan. Seorang Ulama Salaf Al Imam Ali Bin Abi Bakar As Sakron memberi panduan kita dalam menata niat dalam pernikahan agar mendapat ridho Allah.

نَوَيْتُ بِهذَا التَّزَوُّجِ وَالزَّوْجَةِ مَحَبَّةَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّعْيَ فِيْ تَحْصِيْلِ الْوَلَدِ لِبَقَاءِ جِنْسِ اْلإِنْسَانِ.
1.      Aku niat dg pernikahan bersama istriku ini untuk mencintai Alloh SWT dan berupaya mendapatkan keturunan demi melanggengkan kehidupan manusia.

نَوَيْتُ مَحَبَّةَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ تَكْثِيْرِ مُبَاهَاتِهِ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَتَنَاكَحُوْا تَكْثُرُوْا فَإِنِّيْ مُبَاهٍ بِكُمُ اْلأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
2.      Aku niat untuk mencintai Rosululloh SAW dan menambah kebanggaan beliau sebagaimana sabda beliau, “Menikahlah dan perbanyaklah keturunan, karena sesungguhnya aku akan membanggakan kalian dihadapan umat-umat sebelumku di hari kiamat”.

نَوَيْتُ بِهذَا التَّزْوِيْجِ وَمَا يَصْدُرُ مِنِّيْ مِنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ التَّبَرُّكَ بِدُعَاءِ الْوَلَدِ الصَّالِحِ بَعْدُ وَطَلَبَ الشَّفَاعَةِبِمَوْتِهِ صَغِيْرًا إِذَا مَاتَ قَبْلِي.
3.      Aku niat dg pernikahan ini dan apa-apa yg bersumber dariku, baik perkataan dan perbuatan untuk mendapatkan barokah dari anakku yg soleh kelak, dan mengharap syafaat darinya bila ia meninggal waktu kecil sebelumku.

نَوَيْتُ بِهذَا التَّزْوِيْجِ التَّحَصُّنَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَكَسْرَ التَّوَقَانِ وَكَسْرَ غَوَائِلِ الشَّرِّ وَغَضَّ الْبَصَرِ وَقِلَّةَ الْوَسْوَاسِ.
4.      Aku niat dg pernikahan ini membentengi diriku dari syetan, menghancurkan syahwat, menghilang-kan kotoran hati, menundukkan pandangan, & menghindari gangguan syetan.

نَوَيْتُ حِفْظَ الْفَرْجِ مِنَ الْفَوَاحِشِ.
5.      Aku niat menjaga kemaluan dari perbuatan keji.


نَوَيْتُ بِهذَا التَّزْوِيْجِ تَرْوِيْحَ النَّفْسِ وَإِيْنَاسَهَا بِالْمُجَالَسَةِ وَالنَّظَرِ وَالْمُلاَعَبَةِ إِرَاحَةً لِلْقَلْبِ وَتَقْوِيَةً لَهُ عَلَى الْعِبَادَةِ.
6.      Aku niat dg pernikahan ini untuk meredam nafsu dan menghibur diri dg duduk , memandang, dan bersenda gurau bersama istri/suami, demi melipur hati dan meningkatkan semangat dalam beribadah.

نَوَيْتُ بِهِ تَفْرِيْغَ الْقَلْبِ عَنْ تَدْبِيْرِ الْمَنْزِلِ وَالتَّكَفُّلِ بِشُغْلِ الطَّبْخِ وَالْكَنْسِ وَالْفَرْشِ وَتَنْظِيْفِ اْلأَوَانِي وَتَهْيِئَةِ أَسْبَابِ الْمَعِيْشَةِ.
7.      Aku berniat dgnya untuk meringankan beban dalam mengatur rumah tangga dan bertanggung jawab dalam urusan dapur, kebersihan, ruang istirahat, dan mencari nafkah.

وَنَوَيْتُ بِهِ مُجَاهَدَةَ النَّفْسِ وَرِيَاضَتَهَا بِالرِّعَايَةِ وَالْوِلاَيَةِ وَالْقِيَامَ بِحُقُوْقِ اْلأَهْلِ وَالصَّبْرَ عَلَى أَخْلاَقِهِنَّ وَاحْتِمَالَ اْلأَذَى مِنْهُنَّ وَالسَّعْيَ فِيْ إِصْلاَحِهِنَّ وَإِرْشَادِهِنَّ إِلَى طَرِيْقِ الْخَيْرِ وَاْلإِجْتِهَادَ فِيْ طَلَبِ الْحَلاَلِ لَهُنَّ وَاْلأَمْرَ بِتَرْبِيَةِ اْلأَوْلاَدِ وَطَلَبَ الرِّعَايَةِ مِنَ اللهِ عَلَى ذلِكَ وَالتَّوْفِيْقَ لَهُ  وَاْلإِنْطِرَاحَ بَيْنَ يَدَيْهِ وَاْلإِفْتِقَارَ إِلَيْهِ فِيْ تَحْصِيْلِهِ.

8.      Aku niat dgnya untuk melawan hawa nafsu dan melatihnya melalui kepemimpinan dan tanggung jawab keluarga. Juga sabar dg perilaku dan gangguan istri/suami. Dan selalu berupaya memperbaiki prilaku dan selalu membimbingnya ke jalan yg baik. Aku pun berupaya mencari rizki yg halal bagi keluarga serta mendidik mereka dg baik. Aku juga mengharap perhatian dan taufik Alloh dalam semua perkara di atas.Aku hinakan diriku dg bersimpuh di pintu Alloh demi mendapatkan itu semua.

نََوَيْتُ هذَا كُلَّهُ للهِ تَعَالَى.
9.      Aku niat semua ini hanya karena Alloh Ta’ala.

نَوَيْتُ هذَا وَغَيْرَهُ مِنْ جَمِيْعِ مَا أَتَصَرَّفُ فِيْهِ وَأَقُوْلُهُ وَأَفْعَلُهُ فِيْ هذَا التَّزْوِيْجِ للهِ تَعَالَى.
10. Aku niat dalam pernikahan ini dan segala perbuatanku, baik perkataan dan perbuatan, hanya karena Alloh SWT.


وَنَوَيْتُ بِهذَا التَّزْوِيْجِ مَا نَوَى بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَالْعُلَمَاءُ الْعَامِلُوْنَ.  
11. Aku niat dg pernikahan ini sebagaimana niatnya para hambaMu yg sholih dan para ulama yg mengamalkan ilmunya.

Akhlak Terhadap Ustadz (Guru)

AKHLAK TERHADAP USTADZ (GURU)

Al Imam Al Habib Ali bin Hasan Alatas berkata :

ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب،
على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك
يكون لك ذالك المقدار عند الله
من غير شك

" Memperoleh ilmu, futuh
dan cahaya (terbukanya hijab-hijab batinnya),
adalah sesuai kadar adabmu
terhadap gurumu.
Kadar besarnya gurumu di hatimu,
Maka demikian pula
kadar besarnya dirimu di sisi Allah
tanpa ragu ". (Manhajus Sawiy).

Imam Nawawi ketika hendak belajar
kepada gurunya,
beliau selalu bersedekah di perjalanan
dan berdoa :
" Ya Allah, tutuplah dariku
kekurangan guruku,
hingga mataku tidak melihat kekuranganya.
dan tidak seorangpun
yang menyampaikan kekurangan guruku
kepadaku ". (Lawaqihul Anwaaril Qudsiyyah).

Beliau juga pernah mengatakan
dalam kitab At Tahdzib :

"عقوق الوالدين تمحوه التوبة
وعقوق الاستاذ لا يمحوه شيء البتة".

" Durhaka kepada orang tua
dosanya bisa hapus oleh taubat,
tapi durhaka kepada ustadzmu (gurumu)
tidak ada satupun yang dapat menghapusnya ".

Al Habib Abdullah Al Haddad
berkata :
"Paling bahayanya bagi seorang murid,
adalah berubahnya hati gurunya
kepadanya.
Seandainya seluruh wali
dari timur dan barat
ingin memperbaiki keadaan si murid itu,
niscaya tidak akan mampu
kecuali gurunya telah ridha kembali ".
(Adab Sulukil Murid).

Ada seorang murid
yag sedang menyapu madrasah gurunya,
tiba2 Nabi Khidir mendatanginya.
Murid itu tidak sedikitpun menoleh
dan tidak mengajak bicara Nabi Khidhir.

Maka Nabi Khidhir berkata :
"Tidakkah kau mengenalku ?!"

Murid menjawab :
"Ya aku mengenalmu,
engkau adalah Abul Abbas al Khidhir".

Nabi Khidhir berkata :
"Kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?!".

Murid menjawab :
"Guruku sudah cukup bagiku,
tidak tersisa satupun hajat kepadamu".
(Kalam Al Habib Idrus al Habsyi ).

Habib Abdullah Al Haddad berkata :
"Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya :
"perintahkan aku ini,
berikan aku ini !"
karena itu sama saja
menuntut untuk dirinya.
Tapi sebaiknya dia seperti mayat
di hadapan orang yg memandikannya".
(Ghoyatul Qashad Wal Murad)

Para ulama ahli hikmah
berkata :
"Barangsiapa yang mengatakan
"kenapa..?"
Kepada gurunya.
Maka dia tidak akan bahagia
selamanya ".
(Al- Fataawal Haditsiyyah).

Para ulama hakikat
berkata :
" 70% ilmu itu diperoleh
sebab kuatnya hubungan
antara murid dengan gurunya.
••
العلم بالتعلم
والبركة بالخدمة
Ilmu diperoleh dengan belajar
Berkah diraih dengan khidmah.
••

Semoga Allah Senantiasa Menjaga dan memberikan kesehatan Bagi Guru guru kita...
Aamiin

Ingin Banyak DUIT??

Ingin Banyak DUIT??

- *Duit* ... tidak dibawa mati tapi tidak ada duit rasanya ingin mati.
- *Duit* ... tidak dapat membeli kasih sayang tapi kasih sayang bisa melayang bila tidak ada duit.
- *Duit* ... tak bisa beli tidur tapi tidak ada duit tidur pun tidak nyenyak.
- *Duit* ... tak bisa beli kesehatan tapi untuk sehat diperlukan duit.
- *Duit* ... tak bisa beli ilmu tapi utk dapatkan ilmu diperlukan duit.
- *Duit* ... Orang bodoh nampak cerdik bila ada duit tapi orang cerdik nampak bodoh bila tak ada duit.
- *Duit* ... bukan segalanya tapi segalanya perlu duit.

D - don't.
U - use.
 I - intelligence.
T - the wrong way.

Kata orang-orang bijak pandai, jika :                                            
1. Ingin bahagia.-  Sholat awal waktu
2. Ingin sehat.-  Berpuasalah
3. Ingin dipermudahkan urusan.- Bacalah Al-Qur'an
4. Ingin wajah berseri.-  Jaga Sholat Tahjud
5. Ingin kaya.-  Sholat Qobliyah Fajar dan Dhuha
6. Dihimpit masalah.- Beristghfarlah
7. Berdukacita.-  Berdoalah
8. Ingin keberkahan hidup.- Bersholawatlah.
*Do It*

Yang membaca tak diuntungkan,
Yang bicara pun tak diuntungkan.
Yang mendengar  pun tak diuntungkan.
Yang diuntungkan adalah orang yang mempratekkannya, Insya ALLAH.

*Kita amalkan " DUIT "*
D - DOA
U - USAHA
 I - ISTIQAMAH
T - TAWAKAL

ORANG SOMBONG saja yang tidak mau melakukannya....
     
 - Istana Paling Indah → MASJID..        
 - Lagu Paling Merdu → ADZAN ..        
 - Olah raga Paling Baik → SHOLAT..        
 - Hobi Paling Berfaedah → ZIKIR..        
 - Agama Paling Indah →ISLAM..
 
☺Tolong perhatikan sebentar saja...
Baca ini 👇

Ambil sedikit waktu berharga kita...
Gunakan 1 menit utk mengingati ALLAH

                *Langkah 1:*
Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih ...

      SUBHAANALLAH
      WALHAMDULILLAH
WALAA ILAAHAILLALLAH
ALLAHU AKBAR
ASTAGHFIRULLAH
LA ILAAHAILLALLAH, MUHAMMADURROSUULULLAH

ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM WABARIK'ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD WA 'ALAA ALIHI WA SOHBIHI AJMA'IIN

                     *Langkah 2:*
Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat, perkataan demi perkataan

Ambil hikmahnya saja ya ....Wassalam

HIKMAH LARANGAN MEMOTONG KUKU

HIKMAH LARANGAN MEMOTONG KUKU

Setiap orang yang berniat akan berqurban ketika masuk 1 Dzulhijjah maka dilarang memotong rambut dan kuku (tidak berlaku bagi istri, anak dan anggota keluarga lainnya). Namun apa hikmah dari larangan tersebut?

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئً

“Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut dan kulit yang tumbuh rambut sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1977)

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah (maksudnya: telah memasuki 1 Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berqurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya.” (HR. Muslim no. 1977).
 Ini hari terakhir bagi yang ingin memotong kuku dan rambut
Karena besuk sudah memasuki hari pertama bulan Dzulhijjah

Keutamaan Beramal Dibulan Dzulhijjah

Fadhilah beramal di 10
 hari awal bulan Dzulhijjah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ »

_“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya_ :
_“Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab_ :
_“Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun_”
(HR. Muslim, Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

*_Jangan lewatkan Saudaraku tanggal 23 Agustus sampai 1 September 2017 mengajak semua yang kita kenal untuk ber-amal sebanyak-banyaknya._*

Dan diantara amal-2 baik yang bisa kita optimalkan di hari-2 tersebut adalah sebagai berikut :

1. Puasa 9 hari di awal Dzulhijjah atau minimal 1 hari di tanggal 9 Dzulhijjah.
Dari istri beliau kertutur :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya_, …”
(HR. Abu Daud)

_Yuk, manfaatkan tanggal 23 Agustus sampai 31 Agustus 2017 dengan puasa, jika mampu,_
_kalau tidak bisa sembilan hari, bisa lebih sedikit jumlahnya, atau minimal jangan pernah untuk tidak ber-puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu puasa Arofah_..
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

_“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu_”
(HR. Muslim).

2. Memperbanyak untuk membaca takbir, tahlil dan tahmid, mulai tanggal 1 s/d tanggal 13 Dzulhijjah
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

فأكثروا فيهن التهليل و التكبير و التحميد

_"Maka perbanyaklah pada hari-2 itu untuk membaca tahlil, takbir dan tahmid_"
(HR. Ahmad)

3. Memberi ta'jil untuk orang yang berbuka puasa.

4. Membaca alquran, jika mampu, usahakan sampai hatam 30 juz dalam periode 10 hari.

5. Dan mengoptimalkan untuk melakukan segala kebaikan ;
dzikir, do'a, infaq, silaturrahim dan yang lainnya serta men-jauhi segala bentuk kemungkaran

6. Pada tanggal 10 dzulhijah melakukan shalat 'Id Al Ad-ha

7. Ber-qurban dengan minimal 1 ekor kambing untuk 1 keluarga.

8. Puncak dari semua Amal sholeh yang paling utama dalam periode ini adalah melaksanakan ibadah haji

*_Pahala orang yang mengajak pada kebaikan_*

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :
_“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”_
(HR. Muslim).

Alloh Segalanya

WIKIPEDIA : Aku tau semuanya.
FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang.
GOOGLE : Aku punya semuanya.
MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses.
EXPLORER : Kan gue masih ada.
MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja!
EXPLORER : Lo sih, ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri!
INTERNET : Udah-udah! Jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gue kalian semua gak bakalan ada!
FACEBOOK : Huuu, yang paling sering dikunjungi kan gue, jadi gue yang terbaik.
YAHOO : Facebook, Inget, tanpa gue lo gak bisa buat Email!
GOOGLE : Yahoo, Gue juga bisa buat Email.
INTERNET : zzz... Udah tau gue yg paling hebat :p
KOMPUTER : Gua Paling dewa di sini.
PLN : Bacot lo semua! Gua matiin nih listriknya!
GENSET : tenang aja kan masih ada saya
PLN : diem lu
PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa lo
SOLAR CELL : tenang kan selama masih ada saya semuanya aman
Matahari : Ettt Gk gw sinarin diem lo
Air, Batubara, Petir dll : MASIH ADA GUA !!!
Bumi : Lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada
jagat raya: lo semua kalo gak ada gwe pasti kalian gak bakalan ada....
Tuhan: tanpa saya kalian semua tidak pernah ada

Jumat, 18 Agustus 2017

Apakah Kita Akan Hidup Lagi??

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 12
إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُمْ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). [Yasin : 12].
Ayat yang tertera di atas, masih ada hubungannya dengan ayat sebelumnya yang berbunyi :
إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَـنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
Sesungguhnya kamu hanyalah memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Rabb Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. Maka berilah dia kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. [Yasin : 11].
Ada Dua Hal Yang Menyatukan Kedua Ayat Tersebut.
Pertama : Setalah Allah menceritakan kondisi orang yang mampu mengambil manfaat dari peringatan Rasulullah dan juga keadaan orang yang menutup telinga darinya (dalam ayat sebelumnya), maka dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa mereka semua akan hidup kembali setelah kematiannya, dan akan mendapat balasan sesuai dengan amalannya. Oleh karena itu, hubungan antara keduanya sangat jelas. Sebab ayat ini mengandung kabar gembira bagi orang mukmin yang menerima dakwah dan juga sekaligus berisi peringatan serta ancaman bagi orang-orang menentang.
Kedua : Setelah Allah menceritakan tentang orang-orang yang mendustakan (ayat-ayatNya), sebenarnya penolakan itu libarati kematian. Jika Allah mampu menghidupkan jasad kasar orang-orang yang telah meninggal secara hakiki, tentu Dia juga mampu menghidupkan mereka yang meninggalsecara maknawi (dalam kekufuran. Maksudnya memberikan hidayah).
Tafsir Ayat
{ إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ الْمَوْتَى } artinya, sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati … { إِنَّا } yang berarti Kami, adalah dhamir jamak (kata ganti jamak tunggal) yang mewakili lafzhul jalalah (Allah) yang satu. Berarti bentuk ini, pasti ditujukan sebagai ta’zhim (pengagungan kepada Allah).
{ الْمَوْتَى } artinya, semua yang sudah mati, mencakup anak Adam dan lain sebagainya. Namun firman Allah selanjutnya { وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُمْ } mengarah kepada orang-orang yang mukallaf (orang terkena beban syari’at) secara khusus. Para ulama berselisih pandangan mengenai bentuk seperti di atas.
Syaikh ‘Utsaimin berpendapat : “Bisa disebutkan bahwa yang dimaksud orang-orang yang telah meninggal, yang bekas-bekasnya dituliskan. Ini dengan dasar firmanNya { وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُمْ}. Mungkin ada orang yang berkata, perhitungkanlah keumuman dalam lafazh {الْمَوْتَى} yaitu setiap yang telah mati وَنَكْتُبُ dan Kami akan menuliskan apa yang ditinggalkan sebagian mereka, yaitu hanya orang-orang yang mukallaf saja.
Timbul pertanyaan, dalam firman Allah وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُم yang berarti: Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan; Apakah yang menuliskannya itu Allah Azza wa Jalla atau para malaikat dengan titahNya?
Jawabannya, yang menuliskannya ialah para malaikat yang bergerak atas perintah dari Allah. Allah berfirman:
كَلاَّ بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ {9} وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ {10} كِرَامًا كَاتِبِينَ {11} يَعْلَمُونَ مَاتَفْعَلُونَ {12}
Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari Pembalasan. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (perbuatanmu). Yang mulia (di sisi Allah ) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu yang kerjakan. [Al Infithar : 9-12].
Penisbatan penulisan kepada subyek yang memerintahkan, banyak berlaku dalam sastra Arab.
مَاقَّدُموا segala yang mereka tinggalkan, maksudnya segala amalan shalih yang mereka kerjakan di dunia. Karena, orang muslim yang melakukan amalan shalih di dunia, berarti ia telah menyuguhkan amalan tersebut. Bagaikan orang yang bertransaksi dalam bentuk as salm. Dalam transaksi salm, sang pembeli menyerahkan harga (barang atau jasanya terlebih dahulu). Maka, engkau (yang sedang beramal shalih) sekarang ini sedang membayar tarif di muka. Adapun balasannya, ia akan menerima di hari Kiamat kelak. Balasannya, juga bisa terjadi di dunia dan di hari Kiamat sekaligus. Jika Anda mengamalkan ama shalih sekarang ini, sejatinya Anda telah mendahulukan harga buat diri Anda sendiri yang akan dinikmati balasannya di hari Kiamat. Yakinlah, Allah tidak menyia-nyiakan amalan orang yang berbuat baik. { وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُم }
Menurut Imam As Suyuthi, yang dimaksud adalah Kami (Allah) menulis segala yang mereka kerjakan di Lauh Mahfuzh. Tafsiran ini tidak sesuai dengan ayat di atas secara tekstual. Sebab, bentuknya fi’il mudhari’ (continous tense/ kata kerja untuk yang sedang terjadi). Kata kerja seperti itu, tidak boleh diarahkan kepada masa lampau, kecuali dengan adanya suatu dasar. Sementara di sini, tidak ada pendukungnya. Sebab penulisan dalam Lauh Mahfuzh telah tuntas. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ اْلأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ
Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang shalih. [Al Anbiya` : 105].
Proses penulisan dalam Lauh Mahfuzh sudah paripurna. Oleh karena itu, tidak bisa dibenarkan kata نكتب digunakan untuk sesuatu yang telah usai. Maka, maksudnya adalah pencatatan dalam lembaran-lembaran amalan yang dikerjakan oleh para malaikat atas perintah Allah Azza wa Jalla terhadap apa yang manusia lakukan di dunia, baik berupa kebaikan ataupun kejahatan. Manusia akan mendapatkan balasannya. Tetapi kebaikan akan terjamin keberadaannya. Sedangkan amalan yang buruk tidak dijamin keberadaannya.
Kebaikan, meskipun sedikit, ia tidak mungkin terabaikan. Sedangkan kejelekan, kadang akan diampuni oleh Allah, asalkan bukan berbentuk kesyirikan. Disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selaionnya bagi yang dikehendaki” [an-Nisaa : 5] [5]
Ini baik sekali bagi manusia sebab kejelekan tidak dijamin keberadaannya.
{وَءَاثَارَهُم } Bentuk tunggal atsar, artinya, semua yang mengiringi. Misalnya, bekas telapak kaki setelah berjalan. Maka, bekas telapak kaki ini mengiringinya. Apakah yang dimaksud dengan bekas-bekas (yang mereka tinggalkan)? Imam As Suyuthi menafsirkannya dengan segala sesuatu yang diikuti orang lain sepeninggalnya. Namun penafsiran ini hanya sekedar contoh saja, bukan sebagai pembatasan makna. Sebab obyek yang ditulis lebih banyak dari sekedar yang diikuti orang setelah meninggalnya. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Bila ada anak Adam meninggal, maka telah terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara. (Yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang berdoa untuknya.[1]
Sebagai contoh, sedekah jariyah termasuk atsar-atsar (bekas-bekas peninggalannya). Jika ada seseorang yang mewakafkan ladang atau kebunnya untuk para orang miskin dan mereka dapat mengambil manfaat darinya setelah meninggal, maka tak pelak lagi, demikian ini terhitung sebagai bagian dari atsarnya. Kendatipun penyerahannya waktu ia masih hidup, tapi pemanfaatannya setelah wafatnya. Ilmu yang bermanfaat juga termasuk atsar. Setiap ilmu yang dapat dimanfaatkan setelah kematian, maka termasuk atsarnya. Demikian juga anak shalih termasuk atsar, lantaran ia merupakan usaha orang tuanya. Jika anak shalih mendoakan ayah atau ibunya, maka itu termasuk atsar. Disamping itu, rintisan amal shalih atau akhlak luhur yang diikuti orang lain, juga merupakan atsar. Jadi atsar sifatnya terjadi setelah kematian seseorang.
وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ (Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).)
Kata إِمَامٍ dipakai untuk beberapa makna yang maksudnya sebagai rujukan. Sebagai permisalan, imam shalat. Disebut imam, karena ia menjadi sumber rujukan para makmun dalam shalat. Lauh Mahfuzh disebut sebagai imam lantaran menjadi sumber. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَكُلُّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا {13}
اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari Kiamat sebuah kitab yang ia jumpai dalam keadaan terbuka. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu”. [Al Isra` : 13-14].
Kesimpulannya, kata imam di sini bermakna kitab.
مُّبِينٍ ( yang nyata), yang terlihat jelas. Mubin, artinya menjelaskan dan menerangkan segala perkara.
Namun juga berarti bayyin (yang jelas).
Beberapa Pelajaran Dari Ayat Di Atas
1. Adanya penjelasan tentang kekuasaan Allah k dalam menghidupkan manusia yang telah mati. Allah membuktikannya dengan beberapa dalil aqli dan hissi (bisa ditangkap panca indera). Di antara dalil aqli yang termaktub dalam ayat:
وَهُوَ الَّذِي يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ
Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali dan menghidupkannya kembali lebih mudah bagiNya. [Ar Rum : 27]
Ini sebuah petunjuk mengenai mungkinnya menghidupkan kembali orang yang telah mati. Sebab, proses pengulangan lebih mudah daripada memulai. Dzat yang mampu memulai penciptaan, maka Dia sudah pasti lebih mudah untuk mengulanginya kembali. Persis seperti kandungan ayat:
كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَآ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ
Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama kali, begitulah Kami akan mengulanginya. [Al Anbiya`: 104].
Berkaitan dengan petunjuk yang dapat dicerna panca indera, contoh ayatnya sangat banyak. Misalnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى اْلأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَآءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْىِ الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Dan sebagian dari tanda kekuasaanNya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Dzat) Yang Menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Fushshilat : 39].
Allah menegaskan kekuasaanNya dalam menghidupkan orang-orang yang telah mati dengan berbagai petunjuk aqli (pandangan logis) dan hissi. Dalil aqli kita pergunakan dalam menghadapi orang rasionalis. Sedangkan petunjuk, diarahkan kepada orang yang berpikir dangkal.
2. Ayat di atas memberitakan sebuah isyarat (sinyal) dari Allah, bahwa orang yang hatinya tidak merasa takut kepadaNya, tidak sudi mengikuti Adz Dzkr (Al Quran), Allah tetap berkuasa untuk menghidupkan hatinya, sehingga takut kepadaNya. Setelah Allah menyebutkan klasifikasi manusia yang terbagi menjadi golongan yang takut kepadaNya dan mengikuti Adz Dzikr, dan golongan yang tidak demikian, maka ini mengisyaratkan bahwa Allah dapat mengembalikan mereka menuju kepada pangkuan al haq (kebenaran).
3. Segala sesuatu yang muncul dari manusia telah tertulis, baik yang akan menolongnya atau perkara yang akan menjadi bebannya di akhirat berdasarkan firmanNya:
وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُمْ
4. Allah mencatat segala sesuatu, baik yang sedikit ataupun banyak berdasarkan firmanNya :
مَاقَّدُموا
5. Amal perbuatan tidak terhenti dengan kematian dengan dasar firmanNya :
وَءَاثَارَهُمْ , dan kata atsar mencakup ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, anak shalih yang mendoakan orang tua dan amalan Sunnah yang dihidupkan dan diikuti orang-orang.
6. Penjelasan tentang hikmah Allah Azza wa Jalla dalam mengendalikan perkara-perkara dengan ketelitian dan kejelianNya. Tidak ada satu pun yang terlewatkan. Pelajaran ini dapat dipetik dari firmanNya:
وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ
7. Segala sesuatu yang dituliskan atas manusia benar lagi jelas, tidak ada seorang pun yang meragukannya. Ini terpetik dari kata مُّبِينٍ , sesuatu yang menerangkan dengan gamblang. Kerena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا {13} اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
Dan Kami keluarkan baginya pada hari Kiamat sebuah kitab yang ia jumpai dalam keadaan terbuka. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu”. [Al Isra` : 13-14].
Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi ajm
(Diterjemahkan ringkas oleh Ustadz Ashim dari kitab Tafsir Surat Yasin)

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arofah Pada Bulan Dzulhijjah Wednesday , Agustus 23, 201 7 Segala puji hanya milik Alloh yang telah me...